KEJUJURAN SEORANG PEMULUNG
Didesa
yang rindang serta damai ini hidup seorang anak yang dari keluarga kurang mampu
anak tersebut bernama beni. Iya hidup dengan ibunya dan satu adiknya. Dulu iya
memang hidupnya sangat berkecukupan semenjak ayahnya meninggal karena
kecelakaan akhirnya keluarga beni mengalami penurunan keuangan, dan iya pun
tidak melanjutkan sekolahnya yang sudah smp. Sekrang iya bekerja mengais rezeki
dari memulung.
Dan
pada suatu hari ketika iya memulung beni menemukan sebuah dompet yang setelah
dibuka ternyata berisi uang banyak serta kartu penting, akhirnya iya bawa
pulang dengan wajah gembira iya memberi tau kepada ibunya tentang kejadian
tersebut.
“bu liat yang beni bawa” kata beni.
“ben itu dompet siapa? Bayak uangnya
serta kartu penting.” Balas ibu beni.
“iya bu kita ambil saja apa bu?” kata
beni.
“janga ben pasti orangnya sedang mencar
barang tersebut” jawab ibu beni.
“yaudah terserah ibu saja” kata beni.
Dan
akhirnya beni bersama ibunya berniat mengembalikan dompet tersebut kepada
pemiliknya, setelah melihat kartu tanda penduduk milik orang tersebut, mereka
melihat alamat si pemilik dompet. Dan mereka pergi ketempat yang telah tertera.
“tok tok tok, assalamu’alaikum” kata bu
beni
“wangalaikum
salam, maaf ibu ini siapa yah?” saut pak aji.
“apakah ini betul rumah pak aji? Ini
saya yang menemukan dompet
bapak”
kata bu beni.
“oh ya saya pak aji, oh isinya kok
masih komplit.” Jawab pak aji.
“iya belum saya ambil.” Kata bu beni
“maksih banyak bu, udah ngembaliin
dompet saya.” Saut pak aji
“ini bu sebagai imbalan atas kebaikan
ibu.” Kata pak aji.
“ngga usah pak saya ikhlas kok.” Jawab
bu beni.
Atas
kebaikan ibu beni akhirnya pak aji memberikan uang 500 ribu, namun ibu beni
menolaknya. Sebagai balas budi kepada ibu beni, pak aji memberikan tempat untuk
keluarga bu beni. Beni melanjutkan sekolahnya. Dan merek hidup bahagia bersama.
TAMAT
Pengarang
: Mochamad Rizki Aji
0 komentar:
Posting Komentar